Teknik curah gagasan (brainstorming) dengan cara Pemetaan Pikiran saat ini sudah dikenal luas di berbagai bidang pengembangan sumber daya manusia, sosial, rekayasa, sains, dll. Penerapannya mencakup manajemen organisasi, penulisan, pembelajaran, pengembangan diri, perencanaan proyek, dll. Namun, yang paling potensial adalah dalam bidang pengembangan diri serta penerapannya di wilayah profesi masing-masing.
Menurut definisi Wikipedia versi Indonesia,
Pemetaan Pikiran (Mind Mapping) adalah yaitu suatu metode untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia dengan menggunakan otak kanan dan otak kirinya secara simultan. Metode ini diperkenalkan oleh Tony Buzan pada tahun 1974, seorang ahli pengembangan potensi manusia dari Inggris.
Secara praktis, Mind Mapping merupakan curah gagasan yang bebas dengan bantuan grafis, teks, maupun multimedia. Hanya, disini diperlukan Central Idea, atau Ide Utama yang dijadikan sebagai fokus curah gagasan.
Ide utama, adalah suatu kata kunci yang akan menjadi pusat gravitasi bagaimana gagasan-gagasan lainnya muncul. Kata-kata kunci itu kemudian disusun kembali dan ditandai dengan simbol, gambar, foto, teks, video, ataupun penanda lainnya. Masing-masing penanda paling baik kalau dikaitkan dengan gagasan yang bersifat asosiatif dan mampu dikembangkan lebih jauh untuk mencari solusi yang tepat disekitar masalah yang sedang dibahas.
Secara umum, Tony Buzan menguraikan struktur dasar Pemetaan Pikiran sbb:
Pemetaan pikiran diatas, merupakan langkah praktis kalau kita tidak menggunakan alat bantu dijital, semisal aplikasi Mind Map. Kalau kita gunakan aplikasi Mind Map, maka bentuk-bentuk grafis tergantung pada pustaka yang disediakan aplikasi.
Saat ini, aplikasi Mind Map terdapat dalam versi desktop maupun web base. Aplikasi desktop yang terkenal misalnya Mind Manager, XMind , MindMapper, IMindMap, DropMind, NovaMind, Mind Visualizer, dll. Aplikasi Mind Map berbasis web misalnya Bubbl.Us dan Mind42.Com.
Kali ini saya mencoba Mind42.Com untuk melakukan Mind Mapping untuk Central Idea “Digital Campaign”. Digital Campaign merupakan serangkaian program kampanye yang di desain secara sistematis melalui media dijital, baik konvensional maupun konvensional, dalam jangka waktu tertentu, dan dengan tujuan tertentu. Digital Campaign bukan sekedar promosi atau beriklan. Namun, ia merupakan suatu proses untuk menciptakan “Lingkaran Pengaruh” atas suatu masalah, atau atas suatu produk. Jadi, penyampaiannya tidak selalu to-the-point namun melalui suatu proses yang lebih menekankan pada aspek interaktifitas antara si penyampai pesan dengan target atau sasaran yang dituju. Karena itu, umumnya Digital Campaign akan berhubungan dengan bagaimana komunitas-komunitas dibangun dan diarahkan untuk melakukan suatu proses perubahan yang lebih nyata.
Dalam memetakan Digital Campaign ini, perlu dilakukan apa saja yang sekiranya mempengaruhi Digital Campaign. Brainstorming kemudian dituliskan secara acak untuk kemudian disusun kembali dalam jangka waktu singkat. Jadi, proses ini dikatakan mencurahkan dengan cepat. Bahkan mungkin tanpa perlu dipikirkan dulu dengan seksama, yang penting tulis saja langsung apa yang menggantung di pikiran Anda. Kemudian curah gagasan ini dikelompokkan kembali menjadi bagian-bagian yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya. Jadi, proses Mind Mapping sebenarnya persiapan konseptual secara menyeluruh dari seluruh proyek kampanye yang akan dilakukan.hasil akhirnya tentu saja adalah action plan yang harus dilaksanakan sesuai dengan jadwal, biaya dan sumber daya yang tersedia.
Berikut ini hasil dari Mind Mapping untuk Ide tentang “Digital Campaign”. Hasil ini bersifat generik, umum, dan dapat diterapkan serta dimodifikasi sesuai dengan keperluan.
@tmonadi, Babelan, Bekasi, 18-10-2009
Not Commented... Subscribe
COMMENT